TEMAN BERCERITA


Yak! mari kita kita mulai.

Teman, banyak definisi tentang satu kata ini, dan itu tergantung kalian para pembaca menelaah arti kata itu.
Whatever.

Semua manusia di dunia ini pasti memiliki teman, dari kecil hingga dewasa atau mungkin sampai meninggal, teman satu makam/kuburan misalnya –’

Dari kecil kita sudah mengenal istilah teman, coba kamu bayangin kalo misalnya didunia ini kita tanpa seorang teman, jemu-hambar-kalut?? entahlah.
Teman itu bagi saya ibarat udara, sangat amat sekali (bahasa yg njelimet) dibutuhkan.

Mungkin oleh karena itulah sebabnya mengapa seorang Mark Zuckerberg menciptakan sebuah jejaring sosial yang namanya facebook karena menurut saya teman itu memang sangat penting dalam hidup kita bahkan dikehidupan sehari-hari entah itu disekolah, kampus, kantor, masyarakat entah dimanapun kita berada pasti butuh seorang teman bahkan ketika kita akan terlelap pun kita butuh teman tidur (guling maksudnya) dan istri bagi yang sudah SAH! hehe

Tanpa teman kita tidak bisa …….
Tanpa teman hidup ini akan…..
Tanpa teman kita akan selalu merasa….
Tanpa teman, tak akan ada yang …….
Dan tanpa teman, tak akan lengkap sebuah kata “kenangan”

Sekarang saya ingin mengulik sebuah cerita tentang teman kuliah.

yap, teman kuliah..teman yang ada ketika saya berstatus mahasiswa. Jujur saya lebih menikmati masa-masa kuliah, kenapa??

Karena di masa ini saya memiliki teman dari berbagai penjuru nusantara, dengan berbagai macam latar belakang pemikiran yang kompleks. Dari aceh sampai papua!

Percaya atau tidak, yang membuat kita dewasa adalah bagaimana kita bisa memposisikan diri diantara perbedaan pendapat dari teman-teman kuliah ini, pada masa ini juga saya mengerti apa arti dari sebuah pertemanan, dan saya menyebutnya “PERTEMANAN TANPA RASIS”

Dari meraka lah pandangan hidup saya mengalami kemajuan, dari merekalah saya mengerti bagaimana menghadapi satu teman dengan teman lainnya tanpa harus membuat kesalapahaman, karena inti dari semua pertemanan itu adalah ikhlas.

Mungkin bagi kalian yang masih SMA akan bilang masa-masa teindah adalah SMA.

Ya, itu wajar karena kalian belum menginjak pada masa ini.atau ada dari kalian yang sudah kuliah namun tetap bersih kukuh untuk bilang SMA adalah masa terbaik, saya yakin kalian adalah tipe orang yang malas bergaul, atau istilah kasarnya kalian itu pilih-pilih teman berdasarkan kesenangan saja, atau mungkin berdasarkan “KASTA” kehidupan kalian, bisa saja pernyataan saya ini benar. Tapi tidak apa-apa itu hak dan privasi masing-masing. Santai bro santai.
Kalo kata anak-anak mah —santailah jagoan–selooow. hehe

Saya bersyukur bisa memiliki teman seperti teman-teman sekarang ini, setiap hari kalo kumpul ada saja bahan cerita yang bikin ketawa, si A lah-si B lah dalam sehari mungkin bisa sampe si Z..haha

Dan beberapa tahun atau mungkin bulan, kami semua akan memiliki kehidupan masing-masing.

Rasanya baru kemarin mengenal kalian.
Rasanya baru kemarin kita GLADI BUMI bersama.
Rasanya baru kemarin kita memperagakan nama-nama Gladian kita masing-masing.
Rasanya baru kemarin kita bertemu dengan wajah-wajah culun lulus SMA.
Bersama… kita semua menemukan jati diri.
Esok, masa yang di depan mata..disana kita memulai kehidupan sendiri.

Rasanya tak ingin cepat beranjak dewasa, rasanya hanya ingin seperti ini, atau ingin kembali mengulang masa-masa didalam ruangan, masa dimana tanda tangan selalu ada di daftar absen tapi makhluknya tak nampak di kelas.
Masih ingin mengulang waktu praktikum, kuliah lapangan, atau mengerjakan laporan bahkan tugas yang di kerjakan ketika deadline esok hari, dan semua sibuk mencari teman lain yang lebih rajin yang sudah mengerjakan, dan selalu mengedit tugas.
Rasanya masih ingin mengerjakan tugas-tugas dari para dosen yang bertubi-tubi, mengerjakan tugas sampai tengah malam, mengdit tugas dengan susah payah..yaa walaupun itu cuma meng’edit nama dan nomor mahasiswa (bagi saya itu termasuk susah). hahaha

*menghela nafas. cepat sekali yaa waktu berlalu, gak terasa satu persatu sudah menghilang. Teman satu angkatan perlahan pergi, perlahan susah untuk dikumpulkan lagi karena disibukkan dengan urusan masing-masing (T.A dan Skripsi).

Teman….

Esok jika kalian sudah menjadi seseorang yang sukses, ingatlah teman seperjuangan kalian kuliah untuk mendapat titel sarjana, ingatlah terus hari ini dan hari kemarin, karena kenangan hanya bisa di ingat tapi tidak bisa di ulangi. Ingatlah kebodohan-kebodohan mereka di saat kamu sedang merenung atau sedang susah, itu akan membuat kamu tersenyum atau bahkan tertawa mendadak.

Dan bila nanti diantara kita berubah sombong dan angkuh, baiknya kita saling mengingatkan dan cari cara untuk menundukkan kembali kepala, agar kita tak saling melupakan walau canda tawa kita tak terdengar lagi.

Sandingkanlah selalu kata (bye-bye) dengan kalimat (sampai jumpa lagi), karena yakin! suatu saat kita akan reuni kembali.

SUATU KEHORMATAN PUNYA TEMAN SEPERTI KALIAN. TERIMA KASIH BUAT SEMUANYA!

TERUNTUK ’08 DAN SEMUA JABIGER SERTA TEMAN BERCERITA LAINNYA. DARI KALIAN INTI SARI TENTANG HIDUP INI DAPAT TERANGKUM. KAWAN!

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s