HARAPAN BERTANYA / MIMPI TERSENYUM / OBSESI MENJAWAB



Sambil diputer lah videonya. *buat backsound*

Well, I’m not telling you here. Tapi satu hal yang pasti, harapan bukan hanya sekedar untuk digantung tapi diraih, obsesi bukan hanya untuk disukai tapi dinikmati, dan mimpi bukan hanya untuk menjadi bunga tidur tapi direalisasikan.

Banyak sekali orang yang mengatakan ” jangan bermimpi terlalu tinggi, kalau ga tercapai bakal sakit”. tapi menurutku itu salah. Bila kita berpendapat demikian. itu artinya kita menyerah sebelum berusaha menggapai mimpi itu. mimpi diciptakan agar manusia senantiasa berusaha dengan sungguh sungguh. bukan hanya pasrah tanpa melakukan sesuatu untuk dirinya.
Mimpi bagiku suatu perantara untuk bisa mencapai Rezki Allah yang sesungguhnya. Karena bila kita mampu berharap, bermimpi dan berobsesi tinggi, dan kita bisa menggapainya dengan usaha kita yang segenap tenaga, maka apa yang kita inginkan tentu saja akan menjadi milik kita.

Ketika qalbu dipenuhi oleh sebuah keinginan yang tidak mudah dipahami oleh orang lain, maka yakinlah bahwa Allah Yang Maha Agung itu mendengar dan memahaminya.

Dimana harus kita taruh harapan, mimpi dan obsesi kita??
Taruh aja tuh tepat di depan kita, di depan jidat sekalian. Dan biarin dia ngikutin kita tiap hari kemanapun kita pergi, bawa itu tiap hari dan yakin bahwa kita bisa.

Inget di depan jidat bukan ditempel di jidat, kasih jarak kira-kira 5-8 centimeter dari jidat, biar bisa keliatan sama mata.

Biarkan semua itu menggantung mengambang di depan kening kamu. Dan sehabis itu apa yang kamu perluin??
Cuma..
Cuma..
Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya,
mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya,
leher yang akan lebih sering melihat ke atas.
Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja…
Dan hati yang akan berkerja lebih keras dari biasanya…
Serta mulut yang akan selalu berdo’a…
Dan kamu akan selalu dikenang sebagai seorang yang masih punya mimpi,obsesi dan harapan.
Bukan cuma seonggok daging yang hanya punya nama. Atau seonggok sampah yang gak bisa di daur ulang!
Buktikan,kalo kamu bukan seorang pemimpi, bukan orang biasa-biasa saja tanpa tujuan, megikuti arus dan kalah oleh keadaan.
Tapi seorang yang selalu percaya akan usahanya, apapun itu hasilnya. Terima !

Dan kamu nggak perlu bukti apakah mimpi itu akan terwujud nantinya karena kamu hanya harus mempercayainya.

“My theory has always been, that if we are to dream, the flatteries of hope are as cheap, and pleasanter, than the gloom of despair”

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s