PART MENGALAH


Ada sebuah istilah yang sangat menarik, “you may lose the battle but you win the war”. Kata battle di sini diistilahkan sebagai perang kecil dan war adalah sebuah perang yang lebih besar. Inilah yang disebut mengalah untuk menang. Kita sering mengartikan bahwa yang namanya mengalah itu ya berarti kalah, padahal tidak demikian. Mengalah bukan berarti kalah, namun mengalah untuk merangkul dan selanjutnya untuk menang.

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al-Ahzab:21)

Dalam hidup kitapun demikian, banyak sekali kejadian yang berhubungan dengan hal ini. “You may lose the battle but win the war” itu bisa terjadi dimana saja. Ilustrasinya misalkan di suatu toko handphone. Ada penjual, anggaplah namanya Bapak A dan pembeli namanya Ibu B. Target dari Bapak A sebenernya kan cuma satu, yaitu Ibu B membeli handphone atau accessories lainnya di toko dia. Atau mungkin bisa ditambahkan long-term target nya adalah Bu B akan kembali lagi ke tokonya. Untuk sampai kepada target ini kan tentunya harus ada usaha donk? Hukum alamnya mengatakan bahwa mustahil orang mau mendapatkan sesuatu tapi dia tidak berusaha dan mengeluarkan keringat. Istilahnya No Pain No Gain!
.
Pak A untuk mencapai tujuannya ini terkadang harus mengalami ­battle-battle kecil. Pak A tentunya mengharapkan Bu B ini orang yang easy going, ga banyak nanya, dan langsung beli handphone. Enak kan kalo gitu? Iya enak kalau sesuai perkiraan. Tapi kenyataan tidak seindah perkiraan. Ternyata Bu B ini sangat teliti, banyak nanya, ngoceh terus, bahkan untuk hal-hal yang udah dijelasin berulang kali dia tetep balik ke pertanyaan yang sama. Respon dari Pak A lah yang menentukan apakah dia akan menang dalam war atau kalah.
.
Kalau Pak A mau ngikutin kata hati, lebih baik dia marahin aja Bu B karena banyak nanya tapi ga beli juga. Bahkan kalau perlu, diusir sekalian. Kalau ini yang terjadi, berarti dalam battle kecil Pak A menang, tapi sebetulnya dia kalah dalam perang yang lebih besar. Bu B yang sebetulnya sudah akan mengeluarkan dompet untuk beli handphone, akhirnya kesal dan pindah ke toko sebelah yang ternyata punya karyawan yang lebih sabar dan siap menjelaskan setengah jam non-stop kepada Bu B. Akhirnya Bu B luluh dan membeli handphone di toko sebelah dan bukan tokonya Pak A.
.
Jadi sebaiknya yang harus dilakukan kalau menghadapi pembeli seperti Bu B yang ngoceh terus dan banyak nanya, yaudah telen aja ocehannya mentah-mentah selama masih dalam batas wajar. Tapi dalam hati tetep bilang, “Silahkan lo ngoceh-ngoceh sekarang, tapi gw bakal buat lo beli handphone gw!” Kalau akhirnya Ibu B beli, berarti Pak A menang war karena memang tujuan penjual adalah menjual barang dagangan.
.
Hal ini berlaku untuk semua aspek kehidupan, baik itu untuk karir, persahabatan sampai percintaan hehe.. Contoh lainnya adalah hal yang sangat lumrah jika tidak semua orang menyukai kita. Siapapun dia, dari mulai tukang sapu sampai menteri, pasti saja ada orang-orang yang tidak suka. Entah apapun itu alasannya. Tidak akan ada gunanya untuk meyakinkan orang yang tidak suka kepada kita agar menjadi suka, karena memang hanya akan menghabiskan waktu saja dan mungkin kita akan terlihat sedikit “gila”. Tapi saran saya cobalah untuk tetap berbuat baik terhadap orang yang tidak suka kepada kita. Berbuat baik bukan berarti kita memohon-mohon dan meminta dia supaya jangan membenci kita. Tapi lebih kepada kita menolong dia kalau ada perlu dan lain lain. Pada akhirnya, biasanya, orang yang membenci kita bisa jadi menjadi teman. Jadi janganlah terlalu membenci musuhmu karena bisa menjadi orang yang paling engkau cintai. Ini adalah cara bagaimana kita bisa memenangi sebuah war meskipun kalah dalam battle.
.
Selain itu, berlaku baik terhadap sesama juga merupakan suatu kewajiban yang diperintahkan oleh Allah SWT. Dalam Al-Qur’an (QS. An-Nahl : 90) Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil dan berlaku baik.”
.
Sebagai penutup, saya ingin menyampaikan bahwa terkadang untuk mencapai suatu tujuan, kita tidak harus selalu berjalan maju ke depan. Ada kalanya kita berhenti sejenak untuk melihat situasi, ada kalanya kita bergeser ke kanan sebentar dan ada kalanya kita mundur ke belakang untuk sementara waktu sebelum melangkah maju ke depan lagi. Inilah yang saya sebut strategi “you may lose the battle but win the war”, yaitu keadaan dimana kita harus mengalah sementara waktu untuk suatu kemenangan yang lebih besar. Prove it!

One response to “PART MENGALAH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s